Vlad III
Dalam kehidupan bermasyarakat perbedaan tidak hanya terjadi dalam satu lingkup saja, tetapi dari keseluruhan aspek terdapat perbedaan. Seperti perbedaan dalam kehidupan beragama atau perbedaan dalam suku bangsa. Perbedaan tersebut termasuk ke dalam perbedaan secara horizontal atau disebut dengan diferensiasi sosial.
Pengertian
Diferensiasi sosial merupakan pembedaan anggota masyarakat secara horizontal, artinya pembedaan ini masih memiliki derajat atau tingkatan yang sama. Menurut Soerjono Soekanto, hal ini merupakan bentuk dari variasi pekerjaan, prestise, dan kekuasaan kelompok dalam masyarakat. Artinya, diferensiasi itu bisa menunjukkan keragaman yang dimiliki suatu bangsa. Contohnya di Indonesia, ada banyak keragaman yang sangat banyak dan bisa menjadi potensi dalam pembangunan baik dari suku, adat-istiadat, bahasa, budaya, agama, dan lain sebagainya. Dapat diketahui bahwa konsep ini lebih diartikan sebagai keberagaman yang bersifat horizontal, bukan sebagai pembeda kelas yang bersifat vertikal.
Ciri - ciri
- Ciri-ciri fisik
berhubungan dengan sifat yang dibawa oleh ras seperti bentuk dan warna rambut, postur tubuh, warna mata, dan lain sebagainya.
- Ciri-ciri sosial
ciri yang berkaitan dengan fungsi individu dalam bermasyarakat.
Contohnya setiap individu dalam masyarakat memiliki tugas yang berbeda berkaitan dengan profesi, pekerjaan, atau mata pencaharian
- Ciri-ciri budaya
berhubungan dengan adat-istiadat maupun kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat.
Di Indonesia ada banyak sistem budaya yang menjadi ciri khasnya masing masing seperti yang terdapat pada masyarakat Jawa, Bali, Sunda, Madura, Batak, Dayak, dll.
Jenis diferensiasi sosial
- Diferensiasi Tingkatan atau Rank Differentiation
Jenis diferensiasi tingkatan ini muncul karena adanya ketimpangan pada penyaluran barang maupun jasa di suatu daerah. Ketimpangan tersebut dapat menyebabkan barang maupun jasa memiliki perbedaan harga.
- Diferensiasi Fungsional atau Functional Differentiation
Diferensiasi ini merupakan pembagian kerja yang muncul karena adanya orang atau individu yang melakukan suatu pekerjaan yang berbeda atau berlainan. Hal ini dapat dilihat di suatu lembaga sosial.
Ada perbedaan pembagian penugasan atau pembagian kerja yang dapat menyebabkan setiap individu harus melaksanakan kewajiban sesuai fungsinya masing-masing.
- Diferensiasi Kultural atau Cultural Differentiation
Diferensiasi sosial ini muncul dikarenakan aturan berperilaku yang tepat serta berbeda menurut situasi tertentu. Peraturan berperilaku ini disebut pula dengan norma yang memiliki tujuan untuk mengatur ketertiban dalam bermasyarakat dan kemungkinan berbeda di setiap daerahnya.
Bentuk diferensiasi sosial
- Diferensiasi ras
Ras adalah kelompok manusia yang berbeda dengan kelompok-kelompok lainnya berdasarkan lokasi geografis, ciri-ciri fisik seperti warna mata, warna kulit, bentuk wajah, warna rambut, bentuk kepala, dan lain-lain.
Beberapa klasifikasi ras diantaranya yaitu australoid, mongoloid, kaukasoid, negroid, dll.
- Diferensiasi agama
Agama adalah sistem keyakinan dan sistem tindakan yang diikuti oleh individu dalam kehidupan mereka. Agama juga merupakan perasaan berkewajiban melaksanakan perintah-perintah Tuhan dan menjauhi larangannya. Agama yang ada di dunia, seperti Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Buddha, Hindu, dll.
- Diferensiasi pekerjaan
Pekerjaan merupakan sesuatu yang penting bagi seseorang untuk keberlangsungan hidupnya. Pekerjaan sebagai sesuatu yang melekat pada setiap orang, hakikatnya adalah sama derajat. Artinya, tidak ada pekerjaan yang bermartabat atau tidak bermartabat, semuanya setara dalam rangka kemanusiaan.
- Diferensiasi jenis kelamin
Jenis kelamin atau gender adalah sesuatu yang dibawa manusia sejak lahir. Secara hakiki, perbedaan laki-laki dan perempuan bersifat horizontal, karena hanya menyangkut bentuk dan sifat dasar.
- Diferensiasi kebudayaan
Kebudayaan adalah sesuatu yang fungsional bagi kelompok masyarakat tertentu. Maka, yang baik bagi suatu masyarakat belum tentu baik juga bagi masyarakat yang lain. Kebudayaan sebagai rekayasa sosial masyarakat terkait interaksinya dengan lingkungan alam tempat mereka tinggal, bersifat horizontal karena tidak ada yang lebih baik atau unggul.
Dampak Positif
- Asimilasi
Asimilasi adalah ketika dua budaya yang berbeda menjadi satu. Masing-masing kelompok masyarakat menerima perbedaan budaya itu dan menggabungkannya menjadi sebuah kebudayaan baru yang positif.
- Akulturasi
Akulturasi adalah proses belajar dan menggabungkan nilai-nilai, kepercayaan, bahasa, adat istiadat dan tingkah laku dari budaya baru orang di sekitarnya tanpa kehilangan nilai asli budaya yang dimiliki. Percampuran budaya ini tidak membawa pertikaian dan justru menebarkan toleransi.
- Pengelompokan Bersama
Diferensiasi sosial membuat pengelompokan bersama yang mana timbul umpan balik positif dari hasil pengelompokan itu.
Dampak Negatif
- Primordialisme
Primordialisme adalah menganggap etnis sebagai sesuatu yang alami dan harus dipertahankan sehingga tidak menerima budaya baru yang bisa menghambat adanya toleransi.
- Etnosentrisme
Etnosentrisme adalah kepercayaan bahwa kelompok etnis mempunyai superioritas. Adanya etnosentrisme bisa menyebabkan konflik sosial terjadi dalam masyarakat.
- Ketimpangan Sosial
Diferensiasi sosial yang mengklasifikasikan golongan masyarakat berdasarkan ras, suku, budaya dan sebagainya bisa menyebabkan ketimpangan sosial yang memantik pertikaian.
Komentar
Posting Komentar