Vlad III

Gambar
    Vlad III, yang juga dikenal dengan julukan "Vlad the Impaler" atau "Vlad Dracula," adalah seorang pemimpin militer dan penguasa yang dikenal karena kebijaksanaannya yang keras dan tindakan kejamnya selama masa pemerintahannya di Wallachia, sebuah wilayah di Transilvania, sekarang bagian dari Rumania. Vlad Dracula hidup pada abad ke-15 dan memiliki reputasi yang kuat dalam sejarah Eropa. Berikut adalah profil singkat mengenai Vlad Dracula: 1. Kelahiran dan Keturunan: Vlad Dracula, juga dikenal sebagai Vlad III atau Vlad Tepes, lahir pada sekitar tahun 1431, di Sighisoara, Transilvania (sekarang bagian dari Rumania). Ia adalah anggota keluarga Draculesti dan merupakan keturunan dari Vlad II Dracul. 2. Pemerintahan di Wallachia: Vlad Dracula memerintah Wallachia dalam beberapa periode selama abad ke-15. Pemerintahannya yang paling terkenal adalah ketika ia menjadi Voivode (penguasa) Wallachia pada tahun 1456, kemudian pada tahun 1476. Selama masa pemerintahannya, i...

SEJARAH HARI KESAKTIAN PANCASILA

 Hari Kesaktian Pancasila dengan Hari Lahirnya Pancasila, apa bedanya? 

Hari Lahirnya Pancasila merupakan hari dimana Pancasila pertama kali diperdengarkan kepada umum, yaitu pada tanggal 1 Juni 1945, saat Soekarno mengusulkan nama dasar negara kita dengan nama Pancasila. 

Sedangkan Hari Kesaktian Pancasila adalah hari dimana Pancasila dianggap sebagai dasar negara yang tak tergantikan. 

Hari kesaktian pancasila juga berhubungan erat dengan peristiwa G30SPKI.

Sejarah Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila diperingati masyarakat Indonesia setiap 1 Oktober. 

Secara bersamaan, upacara juga dilakukan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya untuk mengenang jasa pahlawan revolusi yang gugur akibat peristiwa G30S PKI. 

Awal mulanya, hari Kesaktian Pancasila diperingati sebagai lambang kembali bangkit dan kuatnya Pancasila yang nyaris dipatahkan dalam peristiwa kelam itu.

Peringatan Kesaktian Pancasila bermula dari surat keputusan panglima TNI AD Jenderal Soeharto pada 17 September 1966.

Melansir jurnal Historia bertajuk ‘Peristiwa G30S/PKI di Balik Penetapan Hari Kesaktian Pancasila tahun 1965’, kaum komunis melakukan segala cara dalam pengkhianatan 30 September 1965 untuk bisa mengelabui rakyat dan membelokkaan Pancasila.

Mereka menghendaki ideologi bangsa ini berganti haluan, dari Pancasila menjadi komunis.

Penetapan hari kesaktian pancasila ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa G30S/PKI. 

💌彡 Tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965 menjadi salah satu hari paling kelam bagi Indonesia. 

Dalam waktu singkat, peristiwa tersebut menewaskan 6 Jenderal dan seorang perwira TNI AD di Jakarta. 

Mereka adalah 

- Letjen Ahmad Yani

- Mayjen Suprapto

- Mayjen S.Parman

- Brigjen D.I Panjaitan

- Brigjen Sutoyo Siswomihardjo

- Brigjen M.T Haryono

- Lettu Pierre Tendean.

 Saat itu, PKI menuduh mereka melakukan kudeta terhadap Soekarno melalui dewan jenderal. 

PKI kemudian menculik 7 orang tersebut dan memasukkannya ke dalam sumur di kawasan hutan karet lubang buaya, Jakarta Timur.

Ketujuh jenazah tersebut akhirnya ditemukan pada 4 Oktober 1965 oleh satuan resimen para anggota komando Angkatan Darat atau RPKAD. 

Jenazah ketujuh orang tersebut kemudian ditetapkan sebagai pahlawan revolusi.

Ditemukannya korban G30S/PKI tidak lepas dari peran Sukitman, seorang anggota kepolisian. 

Pada saat itu, Sukitman juga sempat dibawa paksa ke lubang buaya oleh kelompok G30S pada 1 Oktober 1965 namun berhasil meloloskan diri.

Sementara itu, pemberontak juga menghabisi nyawa Brigjen Katamso dan Kolonel Sugiyono di Yogyakarta. 

Bernasib serupa, kedua anggota TNI AD itu juga dimasukkan ke dalam sebuah lubang setelah dibunuh.

Latar Belakang Hari Kesaktian Pancasil

Mengapa tanggal 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila?

Sebab, pada saat itu ada peristiwa pemberontakan dan usaha perebutan kekuasaan oleh PKI pada 30 September 1965

Tujuannya untuk mengubah ideologi bangsa Indonesia Pancasila menjadi berideologi Komunis.

Namun karena perlawanan yang diusahakan oleh PKI tersebut tidak berhasil, maka dianggaplah bahwa alangkah sakti dan sakralnya Pancasila.

Tak hanya itu, Pancasila mempunyai kesaktian yang tak bisa digantikan oleh paham apapun. Sehingga Pancasila tak bisa dirusak bahkan dirubah oleh pihak PKI pada saat itu.

Dan karena Kesaktiaan Pancasila itulah jadi diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober.

Presiden Soeharto resmi menetapkan tanggal 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila pada 1967, melalui keputusan presiden nomor 153.

Makna Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila dimaknai sebagai semangat untuk membangun kembali jati diri bangsa serta mengembalikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kesaktian Pancasila dimaknai sebagai upaya untuk memperkokoh peran pancasila sebagai dasar Negara serta ideologi bangsa.

Kesaktian Pancasila dimaknai sebagai sebuah penghormatan kepada seluruh pahlawan yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. 

Kesaktian pancasila sebagai momentum untuk menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia tumbuh dan besar sebagai bangsa yang multikultural dan Berbhineka Tunggal Ika.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESALAHAN BERPIKIR