Vlad III
Pengertian
Bonus demografi merupakan suatu keadaan di mana penduduk yang masuk ke dalam usia produktif jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif. Usia produktif yang dimaksud adalah berkisar antara 15 hingga 64 tahun.
Perlu diketahui, bonus demografi dianggap hanya terjadi satu kali di setiap negara, jadi sudah sepantasnya peristiwa ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Pengertian bonus demografi menurut para ahli
1. Jimmy Ginting (2016),
Menurutnya fenomena ini adalah sebuah ledakan penduduk usia produktif yang kemungkinan akan terjadi di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2030.
2. Tifatul Sembiring (Kominfo)
Mendefinisikan demographic dividend sebagai suatu keadaan yang membawa keuntungan, karena jumlah penduduk didominasi oleh individu-individu yang masih berada dalam usia produktif.
3. Wongboonsin (2003)
Mengartikan masa tersebut sebagai keuntungan ekonomis yang disebabkan oleh menurunnya rasio ketergantungan penduduk, sebagai hasil fertilitas dalam jangka panjang.
Penghalang dan Penyebab Bonus Demografi
Dua hal yang menjadi penyebab bonus demografi adalah angka kelahiran total (total fertility rate) dan kematian bayi (infant mortality rate).
- Usia Produktif
Usia produktif yang dimaksud dalam bonus demografi adalah rentang usia 15-64 tahun. Dan untuk mencapai titik tersebut maka angka kelahiran dan kematian harus turun. Dengan penurunan angka kelahiran total, maka jumlah populasi anak di bawah 15 tahun akan berkurang. Di sisi lain, angka kematian juga harus menurun. Dalam arti lain angka harapan hidup kian meningkat. Hal ini menyebabkan bayi yang lahir akan berpotensi untuk tetap bertahan hidup hingga usia produktif yang dimaksud.
Bonus Demografi Indonesia 2030
Bonus demografi Indonesia diperkirakan terjadi pada tahun 2030 mendatang. Menurut Bappenas, pada tahun tersebut jumlah usia produktif yang dimaksud bisa mencapai 64% dari total jumlah penduduk sekitar 297 juta jiwa.
Bonus demografi 2030 bisa menjadi momentum Indonesia untuk menjadi negara maju karena berbagai keuntungan yang bisa didapat.
Namun di sisi lain ternyata masa ini bisa hilang karena beberapa hal, salah satunya adalah gaya hidup masyarakat Indonesia sendiri.
Gaya hidup yang kurang sehat memudahkan manusia di umur produktif mudah terkena penyakit. Karena inilah, masa demographic dividend akan terhambat akibat kinerja mereka yang kurang maksimal.
Dampak positif bonus demografi
1. Membuka peluang tenaga kerja
Bonus demografi adalah momen yang tepat bagi perusahaan untuk mencari kandidat yang kompeten.
Hal ini juga bisa menjadi keuntungan bagi kamu yang termasuk dalam usia produktif.
2. Perkembangan ekonomi
Masa ini jelas membantu perkembangan ekonomi sebuah negara. Karena berarti semakin banyak individu yang mendapatkan kesempatan kerja, sehingga semakin banyak sumber daya manusia yang dimanfaatkan.
Dengan begitu, otomatis akan membantu sektor ekonomi untuk semakin bertumbuh.
3. Pertumbuhan sektor pemerintah yang lain
Selain ekonomi, pastinya demographic dividend membawa keuntungan bagi sektor yang lain, misalkan saja pendidikan. Dengan adanya prediksi bonus demografi 2030, pemerintah pasti akan merancang sistem pendidikan yang lebih baik demi meningkatkan sumber daya manusia.
Dampak negatif bonus demografi
1. Membludaknya angka pengangguran
Jumlah usia produktif yang diperkirakan mencapai 60%-70% dari total penduduk.
Jumlah yang besar itu justru bisa menjadi titik dimana angka pengangguran akan membludak. Karena itu, tindakan preventif seperti perancangan peluang kerja sejak dini bisa dilakukan sebagai pencegahan.
2. Kualitas dan kualifikasi SDM yang tidak seimbang
Dengan banyaknya usia produktif, perusahaan yang berlomba membuka peluang pekerja akan semakin selektif. Mereka tidak menginginkan dari sekian banyak individu masuk sembarangan, sehingga kualifikasi yang ditetapkan juga akan semakin sulit.
3. Aging Population
Peningkatan jumlah angka lansia yang drastis dan mendominasi masyarakat suatu negara merupakan yang dinamakan aging population. Dimana angka harapan hidup tetap tinggi namun dengan dominasi lansia. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kemajuan negara.
Syarat agar sebuah negara berhasil menghadapi bonus demografi
Pemerintah dinilai berhasil menghadapi bonus demografi jika memenuhi enam elemen. Pertama, mencermati perubahan struktur penduduk. Kedua, menjaga kesehatan ibu dan anak, sejak ibu mengandung hingga anak berusia sekitar dua tahun. Ketiga, investasi di bidang pendidikan dengan keahlian dan kompetensi guna meningkatkan kualitas tenaga kerja. Selanjutnya, keempat, kebijakan ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja. Kelima, good governance serta prosedur investasi yang sederhana. Dan terakhir, pertumbuhan ekonomi yang diindikasikan dengan jumlah produksi yang lebih besar daripada tingkat konsumsi.
Korea Selatan, negara yang sukses memanfaatkan bonus demografi
Korea Selatan yang sudah sadar sejak tahun 1950. Buktinya, mereka mengirim anak mudanya ke AS untuk belajar dan kemudian balik ke negaranya. Dengan kesadaran seperti itu, mereka memetik hasilnya sekarang.
Komentar
Posting Komentar