Vlad III
Sistem kasta di Jawa membagi masyarakatnya menjadi 2 golongan yaitu golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Hal ini menyebabkan tidak mungkin seseorang yang berasal dari keturunan orang biasa, bisa menjadi anggota dari keturunan ningrat atau bangsawan darah biru.
Pengertian
Stratifikasi sosial berasal dari kata stratum dan sosial. Kata stratum berarti lapisan, sedangkan sosial berarti masyarakat. Jika digabungkan, yang dimaksud dengan stratifikasi sosial adalah lapisan masyarakat. Namun, secara umum stratifikasi sosial berarti penggolongan masyarakat ke dalam kelas-kelas yang disusun bertingkat.
Proses terbentuknya stratifikasi sosial
1. Stratifikasi yang terjadi dengan sendirinya
Biasanya dikarenakan kepandaian, tingkat umur, sifat keaslian keanggotaan, dan kepemilikan harta yang diwariskan.
2. Stratifikasi yang sengaja disusun
Biasanya terkait pembagian kekuasaan dan wewenang resmi dalam organisasi formal.
Indikator penggolongan stratifikasi sosial
1. Kekayaan
Max Weber berpendapat bahwa kekayaan menentukan kedudukan seseorang dalam lapisan sosial di masyarakat. Kekayaan ini dapat dilihat dari tipe rumah, jenis kendaraan, pakaian yang dikenakan, dan sebagainya.
2. Kekuasaan
Yang dimaksud dengan kekuasaan adalah kemampuan untuk mengendalikan pihak lain sesuai kehendak pemegang kuasa. Kekuasaan ini bisa berasal dari kepemilikan atau keturunan.
3. Kehormatan
Indikator ini terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan. Biasanya, indikator kehormatan ditemui dalam masyarakat yang masih tradisional dan orang yang bersangkutan dianggap berjasa atau disegani dalam masyarakat.
4. Ilmu pengetahuan
Indikator ini biasanya terdapat dalam masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Walau begitu, terkadang hal ini berdampak negatif, seperti mementingkan mendapat gelar kesarjanaan dengan segala cara, bukan mementingkan mutu ilmu pengetahuannya.
5. Keturunan
Pada masyarakat feodal, anggota keluarga raja atau kaum bangsawan menempati lapisan atas. Sementara, rakyat jelata ada di lapisan bawah.
Bentuk-bentuk stratifikasi sosial
Menurut Soerjono Soekanto, sifat stratifikasi sosial dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu
1. Stratifikasi sosial tertutup
Sistem lapisan sosial tertutup membatasi seseorang untuk pindah dari satu lapisan sosial ke yang lain. Satu-satunya jalan untuk menjadi menjadi bagian dari lapisan sosial tertentu adalah melalui kelahiran.
Sistem lapisan sosial tertutup dapat ditemukan di India karena masih menganut sistem kasta.
2. Stratifikasi sosial terbuka
Pada sistem lapisan sosial ini, tiap orang berkesempatan naik ke lapisan sosial lebih tinggi karena kemampuannya sendiri. Sebaliknya, tiap anggota masyarakat juga bisa turun ke lapisan sosial yang lebih rendah.
3. Stratifikasi sosial campuran
Stratifikasi sosial campuran adalah gabungan antara stratifikasi sosial tertutup dan stratifikasi sosial terbuka. Agar bisa pindah ke lapisan sosial lain, maka seseorang harus pindah ke daerah yang lapisan sosialnya berkarakter terbuka.
Contohnya, seseorang yang mempunyai kasta sudra dapat pindah ke daerah di mana masyarakatnya tidak mengenal sistem kasta.
Status sosial pokok tiap individu
Menurut Roucek dan Warren, kedudukan/status adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Setiap orang dalam pergaulannya mempunyai beberapa status sosial pokok (key status), yaitu
1. Status dalam lingkungan kerjanya
2. Status dalam kekerabatan
3. Status religius dan politik
- Contoh stratifikasi sosial terbuka
Seorang pedagang sate keliling bekerja keras dalam menekuni profesi nya. Karena kerja kerasnya, ia berhasil mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di berbagai kota dan menjadi salah satu pengusaha sate sukses dengan menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per bulan.
- Contoh stratifikasi sosial tertutup
Pada masyarakat Bali, ada terdapat empat macam kasta, yaitu sudra, waisya, ksatria dan brahmana. Dalam hal ini, masyarakat bali menempati kasta tertentu sejak ia dilahirkan. Orang yang sudah menempati kasta tertentu cukup sulit untuk berpindah tingkatan kasta nya.
- Contoh stratifikasi sosial campuran
Di dalam suatu masyarakat untuk jabatan sebagai kepala suku harus dari kasta tertentu (stratifikasi sosial tertutup). Sedangkan, di lini pemerintahan seperti lurah dapat diduduki oleh siapapun (stratifikasi sosial terbuka). Percampuran dua stratifikasi tersebut merupakan stratifikasi sosial campuran.
Komentar
Posting Komentar