Vlad III

Gambar
    Vlad III, yang juga dikenal dengan julukan "Vlad the Impaler" atau "Vlad Dracula," adalah seorang pemimpin militer dan penguasa yang dikenal karena kebijaksanaannya yang keras dan tindakan kejamnya selama masa pemerintahannya di Wallachia, sebuah wilayah di Transilvania, sekarang bagian dari Rumania. Vlad Dracula hidup pada abad ke-15 dan memiliki reputasi yang kuat dalam sejarah Eropa. Berikut adalah profil singkat mengenai Vlad Dracula: 1. Kelahiran dan Keturunan: Vlad Dracula, juga dikenal sebagai Vlad III atau Vlad Tepes, lahir pada sekitar tahun 1431, di Sighisoara, Transilvania (sekarang bagian dari Rumania). Ia adalah anggota keluarga Draculesti dan merupakan keturunan dari Vlad II Dracul. 2. Pemerintahan di Wallachia: Vlad Dracula memerintah Wallachia dalam beberapa periode selama abad ke-15. Pemerintahannya yang paling terkenal adalah ketika ia menjadi Voivode (penguasa) Wallachia pada tahun 1456, kemudian pada tahun 1476. Selama masa pemerintahannya, i...

ANDROPAUSE

 Seiring berjalannya usia, wanita bisa mengalami menopause, di mana fungsi ovarium akan berhenti dan menurunnya gairah seksual. Pada pria juga bisa mengalami fenomena yang mirip dengan menopause, yakni dikenal dengan andropause.

Biasanya andropause terjadi pada pria yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Dengan bertambahnya umur, kemungkinan mengalami andropause ini makin besar.

“Andropause adalah suatu keadaan sindrom klinis yang terkait dengam pertambahan usia pada laki-laki, yg memiliki karakteristik gejala tertentu dan penurunan kadar hormon testosteron darah,” ujar dr. akmal Taher, SpU(K).

Ia menjelaskan, berbeda dengan menopause yang jelas membuat wanita berhenti menstruasi, pada laki-laki belum tentu produksi spermanya akan berhenti.

Tanda dan gejala andropause sendiri bisa meliputi gejala fisik, gejala psikologis, dan gejala seksual, namun tidak semua lelaki mengalaminya. Gejala fisik meliputi penurunan massa otot, penurunan kebugaran dan tenaga, mudah berkeringat, nyeri sendi dan otot.

Gejala psikologis seperti gangguan mood, penurunan fungski kognitif, dan gangguan tidur. Sedangkan gejala seksual meliputi penurunan libido, disfungsi ereksi, ejakulasi dini, penurunan ereksi hingga infertilitas.

“Tapi, walaupun kita (pria) punya gejala ini, kita dibilang andropause syaratnya satu. Yaitu kalau kita periksa darahnya memang kadar testosteronnya rendah,” jelas dr. Akmal.

“Jadi bukan tidak mungkin jika pria mengalami gejala-gejala itu, kalau diperiksa testosteronnya tidak rendah, kita tidak memasukkan itu sebagai andropause,” tambahnya.

Dr. Akmal mengatakan, banyak pria tidak masalah dengan kondisi andropause ini, mereka bisa menerima. Namun jika gejala-gejala andropause itu membuat kehidupannya bermasalah, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter dan dilihat kadar testosteronnya.

Untuk mengatasi kondisi andropause, ada beberapa cara yang akan disarankan dokter, antara lain modifikasi gaya hidup menjadi lebih sehat dan terapi penyakit penyerta.

Selain itu, terapi pengganti testosteron (Testosteron Replacement Therapy/TRT) uga bisa diberikan untuk mengatasi andropause.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESALAHAN BERPIKIR