Vlad III
Social butterfly adalah istilah untuk menyebut seseorang yang bersosialisasi secara aktif, punya banyak teman, dan sering kali dianggap menawan dan karismatik.
Menurut psikolog anak, Nikole Beurkens, seorang social butterfly selalu senang bertemu dan membangun sosialisasi dengan orang lain. Bahkan, mereka selalu berusaha mencari topik pembahasan untuk membuka pembicaraan lebih dulu. Meskipun topik pembicaraannya adalah sesuatu yang tidak dipahami, tapi mereka tetap bisa enjoy dan menyatu dengan banyak orang.
Ciri-ciri Kepribadian Social Butterfly
1. Extrovert
Menurut psikolog kepribadian dan sosial, William Chopik, ciri paling khas dari seorang social butterfly adalah mereka yang punya kepribadian extrovert. Pemilik kepribadian extrovert cenderung suka bersosialisasi dengan banyak orang, dan punya relasi yang luas. Mereka sangat aktif dan cenderung dominan dalam interaksi sosial.
2. Karismatik
Menurut seorang profesor di Baylor College of Medicine, Asim Shah, tipe kepribadian social butterfly mudah untuk disukai oleh orang lain. Mereka punya sisi karismatik yang membuat orang lain bisa mengagumi mereka. Ditambah mereka luwes dalam berinteraksi sehingga membuat lawan bicara merasa nyaman dan tidak canggung.
3. Aktif Berbicara
Social butterfly adalah orang yang aktif berbicara. Berbeda dengan cerewet, lebih tepatnya mereka terampil dalam berinteraksi. Mereka suka membuka obrolan, melakukan pembicaraan ringan, sampai obrolan yang serius. Social butterfly tidak merasa kesulitan untuk melakukan obrolan, meski bukan pada bidangnya.
Seolah tidak menemukan kesulitan apapun dalam interaksi, tapi ternyata social butterfly juga punya tantangan tersendiri. Meski punya banyak teman, ini tidak berarti hidup mereka sempurna. Ada kesulitan dan hambatan yang bisa dirasakan oleh social butterfly.
Tantangan Menjadi Social Butterfly
- Manajemen waktu yang kurang baik
Melakukan aktivitas sosial, datang ke banyak acara, atau mengobrol adalah aktivitas-aktivitas yang disukai oleh social butterfly. Jadi, gak heran kalau kalendermu penuh dengan jadwal acara dengan banyak orang. Ini merupakan tantangan terbesar buat kamu. Membagi waktu antara pekerjaan dan aktivitas sosial bisa jadi cukup menantang.
Selain itu, kamu mungkin juga kesulitan buat menghadiri atau mengikuti suatu acara tepat waktu. Apalagi kalau sebelumnya kamu asyik ngobrol sama seseorang. Kamu bisa ngobrol banyak hal sampai kamu lupa kalo kamu harus buru-buru pergi karena ada janji lagi.
- Haus perhatian
Bagi kamu, menjadi pusat perhatian itu benar-benar menyenangkan. Kamu juga menikmati momen berada di tengah-tengah banyak orang dan melakukan interaksi dengan mereka. Tapi, terkadang kamu merasa terganggu kalau ada orang lain yang juga jadi pusat perhatian kayak kamu. Kamu mungkin merasa seperti pemain cadangan di saat itu.
Ini jadi salah satu tantangan buat social butterfly. Berbagi perhatian dengan orang lain bisa membuat kamu merasa di nomor duakan.
- Sulit membatasi diri
Meskipun kamu sangat suka keramaian dan bertemu orang-orang, tapi ada kalanya kamu juga merasa lelah. Dalam satu hari, mungkin kamu bisa membuka obrolan dengan belasan orang. Di sisi lain, kamu sendiri juga butuh waktu untuk istirahat.
Tapi, karena kamu adalah social butterfly, membatasi diri untuk berinteraksi dengan orang lain bisa jadi hal yang sulit. Apalagi, teman-temanmu tahu kamu adalah orang yang asik untuk diajak berbicara.
Menurut Nikole Beurkens, social butterfly cenderung mengambil keputusan secara impulsif di menit-menit akhir. Mereka memilih membatalkan janji karena kewalahan dengan jadwal mereka sendiri. Hal ini bisa membuat teman-teman mereka m erasa kecewa.
- Susah membangun hubungan yang intim
Kuantitas tidak selalu menentukan kualitas. Jumlah orang dalam circle pertemananmu gak perlu diragukan lagi. Tapi, apa hubunganmu sebatas kenalan atau teman dekat bahkan sahabat?
Menurut William Chopik, social butterfly punya kesulitan untuk membangun hubungan intim dengan orang lain. Dalam hal pertemanan, mereka hanya menjalin hubungan yang terkesan dangkal.
Cara Mengatasi Tantangan Social Butterfly
Tantangan pertama sebagai seorang social butterfly adalah manajemen waktu. Untuk mencoba hidup seimbang antara kepentingan sosial dan kepentingan pribadi, kamu perlu belajar untuk mengatur waktu serta membuat batasan. Kapan kamu harus bekerja dan kapan kamu boleh bersenang-senang dengan teman-temanmu.
Selain itu, sebelum mengambil keputusan untuk membuat janji, lihat dulu jadwalmu. Kalo kamu merasa akan kewalahan dengan jadwal yang padat, kamu bisa menolak untuk dengan baik-baik. Kalo kamu merasa banyak pekerjaan yang perlu kamu lakukan, tunda untuk pergi dengan teman-temanmu.
Selain itu, sebelum mengambil keputusan untuk membuat janji, lihat dulu jadwalmu. Kalo kamu merasa akan kewalahan dengan jadwal yang padat, kamu bisa menolak untuk dengan baik-baik. Kalo kamu merasa banyak pekerjaan yang perlu kamu lakukan, tunda untuk pergi dengan teman-temanmu.
Dengan melakukan ini, tentu kamu akan punya kehidupan yang seimbang, antara pekerjaan dan lingkungan sosial.
referensi
• https://www.mindbodygreen.com/articles/social-butterfly
• https://www.wellandgood.com/social-butterfly/
• https://satupersen.net/blog/social-butterfly
Komentar
Posting Komentar