Vlad III
MENGAPA ORANG JAMAN DULU BANYAK YG MENGGUNAKAN NAMA DARI NAMA BINATANG...??
Nama adalah hal yang sangat penting pada diri seseorang, golongan religi mempercayai nama adalah Doa yang bisa menentukan takdir hidup. Sedang golongan Atheis "nama" menjadi motivasi yang menentukan nasib di kehidupanya, maka dari itu tiap "nama" yang dimiliki pasti memiliki arti bagi si pemilik.
Kita sering mengetahui dari cerita Sandiwara Radio nama seseorang dengan mengambil nama-nama hewan, gajah, macan/harimau, singa, gagak, jaran/kuda, rusa, elang, hayam/ayam dsb. Yang tentu kesemuanya diharapkan dari sudut filosofis dari karakter hewan tersebut yang diyakini bisa memberi manfaat bagi si pemilik nama. Gajah mada, jarang lejong, kudasumekar, yuyurumpung, gagak setha, macankroda, singo lodrang adalah sebagai nama yg pernah kita tau dari SR yg kita ikuti.
Bukan hanya hewan saja nama itu mereka ambil, namun ada yang dari flora, tumbuhan dengan nama bunga, ini sering digunakan kaum wanita kala itu misal cempaka, mawar, kenangan, kantil. Selain itu mereka juga menggunakan nama hewan mitidologi, naga, garuda, atau bahkan mengambil unsur alam, tirta/air, bayu/angin, bara/api, dan nama jenis batu atau tanah.
Trend penggunaan nama nama hewan ini menurut para peneliti sejarah adalah pada abad IX era Kerajaan Mataram kuno atau dipelopori di masa Rakai Pikatan hingga era ahir wangsa Majapahit karena sudah mulainya muncul bangsa asing, arab, eropa dengan membawa agama samawi.
Sejak era Mataram islam, mulai muncul nama dengan nama pasaran dino weton/pasaran hari, pon, kliwon, legi, wage, pahing karena penggalian kombinasi ajaran agama dan ajaran adat membaur.
Ragam nama yang digunakan tidak hanya di jawa saja, namun diberbagai bangsa, cina, arab, eropa, yang mana mereka juga menggunakan nama dari hal-hal yang dianggap mulia atau memiliki kekuasaan.
Namun yang ironis di jaman sekarang, terkadang banyak yang memberi nama pada buah hatinya dengan mengambil tokoh idola artis yang kadang tanpa menimban arti.
Komentar
Posting Komentar