Vlad III

Gambar
    Vlad III, yang juga dikenal dengan julukan "Vlad the Impaler" atau "Vlad Dracula," adalah seorang pemimpin militer dan penguasa yang dikenal karena kebijaksanaannya yang keras dan tindakan kejamnya selama masa pemerintahannya di Wallachia, sebuah wilayah di Transilvania, sekarang bagian dari Rumania. Vlad Dracula hidup pada abad ke-15 dan memiliki reputasi yang kuat dalam sejarah Eropa. Berikut adalah profil singkat mengenai Vlad Dracula: 1. Kelahiran dan Keturunan: Vlad Dracula, juga dikenal sebagai Vlad III atau Vlad Tepes, lahir pada sekitar tahun 1431, di Sighisoara, Transilvania (sekarang bagian dari Rumania). Ia adalah anggota keluarga Draculesti dan merupakan keturunan dari Vlad II Dracul. 2. Pemerintahan di Wallachia: Vlad Dracula memerintah Wallachia dalam beberapa periode selama abad ke-15. Pemerintahannya yang paling terkenal adalah ketika ia menjadi Voivode (penguasa) Wallachia pada tahun 1456, kemudian pada tahun 1476. Selama masa pemerintahannya, i...

PENGGUNAAN NAMA DARI NAMA BINATANG


MENGAPA ORANG JAMAN DULU BANYAK YG MENGGUNAKAN NAMA DARI NAMA BINATANG...?? 

    Nama adalah hal yang sangat penting pada diri seseorang, golongan religi mempercayai nama adalah Doa yang bisa menentukan takdir hidup. Sedang golongan Atheis "nama" menjadi motivasi yang menentukan nasib di kehidupanya, maka dari itu tiap "nama" yang dimiliki pasti memiliki arti bagi si pemilik. 

    Kita sering mengetahui dari cerita Sandiwara Radio nama seseorang dengan mengambil nama-nama hewan, gajah, macan/harimau, singa, gagak, jaran/kuda, rusa, elang, hayam/ayam dsb. Yang tentu kesemuanya diharapkan dari sudut filosofis dari karakter hewan tersebut yang diyakini bisa memberi manfaat bagi si pemilik nama. Gajah mada, jarang lejong, kudasumekar, yuyurumpung, gagak setha, macankroda, singo lodrang adalah sebagai nama yg pernah kita tau dari SR yg kita ikuti. 

    Bukan hanya hewan saja nama itu mereka ambil, namun ada yang dari flora, tumbuhan dengan nama bunga, ini sering digunakan kaum wanita kala itu misal cempaka, mawar, kenangan, kantil. Selain itu mereka juga menggunakan nama hewan mitidologi,  naga, garuda, atau bahkan mengambil unsur alam, tirta/air, bayu/angin, bara/api, dan nama jenis batu atau tanah. 

    Trend penggunaan nama nama hewan ini menurut para peneliti sejarah adalah pada abad IX era Kerajaan Mataram kuno atau dipelopori di masa Rakai Pikatan hingga era ahir wangsa Majapahit karena sudah mulainya muncul bangsa asing, arab, eropa dengan membawa agama samawi. 

    Sejak era Mataram islam, mulai muncul nama dengan nama pasaran dino weton/pasaran hari, pon,  kliwon, legi, wage, pahing karena penggalian kombinasi ajaran agama dan ajaran adat membaur.

    Ragam nama yang digunakan tidak hanya di jawa saja, namun diberbagai bangsa, cina, arab, eropa, yang mana mereka juga menggunakan nama dari hal-hal yang dianggap mulia atau memiliki kekuasaan. 

Namun yang ironis di jaman sekarang, terkadang banyak yang memberi nama pada buah hatinya dengan mengambil tokoh idola artis yang kadang tanpa menimban arti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KESALAHAN BERPIKIR