Vlad III
Pecinta sejarah Cepu, berbicara tentang pertempuran perang Jawa yang di kobarkan oleh Pangeran Diponegoro melebar sampai di Rajekwesi-Padangan-Ploentoeran.
Para pendukung Perang Diponegoro di Rajekwesi-Padangan-Ploentoeran, dan di seluruh wilayah Mataram, pada umumnya terdiri dari :
- Rakyat Kebanyakan : mereka sudah tidak tahan atas berbagai Pajak yang tinggi mencekik hidup mereka (usaha Belanda dalam menutup Kas akibat kekalahan Perang pada era Napoleon)
- Golongan Bangsawan : para pangeran, para Adipati, mantan pejabat yang mereka tidak puas terhadap pemerintah Hindia Belanda dan dengan peraturan sewa menyewa tanah yang hanya dihargai sebagai ganti rugi belaka (praktek Monopoli Belanda)
- Ulama dan Santri : mereka merasa tidak senang dengan tingkah laku kaki tangan Belanda minum-minuman, berjudi, dan madat yang akhirnya merajalela.
Maka dengan munculnya seorang pemimpin yang berani melawan dominasi Belanda, mereka segera menyambut dengan semangat juang yang membara. Hal tersebut membuat pasukan dari Tumenggung Sastrodilogo menjadi kuat yang terkonsentrasi di Padangan. Ada kurang lebih 600 pasukan ditambah 100 orang pasukan yang terdiri dari panglima dan tentara Perang Madiun yang berasal dari Jogjakarta.
Kapten Quentin juga melaporkan bahwa yang memimpin pemberontakan adalah Sastrodilogo yang merupakan wakil komandan pasukan dari Kasultanan Jogjakarta. Dan pernah bergabung dengan pasukan belanda saat memandamkan pemberontakan di wilayah Jogjakarta.
Dalam laporanya Kapten Quentin juga menyebutkan, Sastrodilogo meninggalkan Kasultanan Ngayogyakarta setelah tidak dipromosikan menjadi komandan pasukan dan kembali ke tempat kelahirannya di Rajekwesi. Karena Sastrodilogo adalah putra dari mantan Bupati Rajekwesi. Beliau adalah orang kepercayaan dari pangeran Diponegoro sekaligus ipar beliau.
Tumenggung Sastrodilogo juga bersaudara dengan Tumenggung Ronggo Prawiro Dirgo III hal ini juga menguatkan semangat beliau untuk berjuang melawan belanda
Dan pada tanggal 27 Januari 1828, Pemberontakan Sastrodilogo dapat diredam oleh Belanda dan dikabarkan tokoh ini melarikan diri ke Madiun dan ada yang mengabarkan beliau meninggal di arah selatan-bojonegoro. perang yang dipimpin Sastrodilogo ini cukup merepotkan Belanda. Dalam catatan kompeni, jumlah pasukan yang harus dikerahkan untuk memadamkan pemberontakan di Radjekwesi ini adalah 39 perwira, 1994 tentara, 118 Pasukan berkuda.
Pertempuran pimpinan Sastrodilogo ini ditulis dengan rinci berdasarkan dokumen-dokumen laporan dan korespondensi para perwira menengah dan tinggi kompeni, Oleh P.J.F Low –Mayor Infanteri Tentara Belanda -dalam bukunya De Java – Orloog (Perang Jawa) Tahun 1825 – 1830 DITERBITKAN OLEH MASYARAKAT BATAVIA SENI DAN ILMU PENGETAHUAN. Buku ini didigitalisasi pada tahun 2013 oleh Internetarchive.com pada tahun 2013
PLOENTOERAN DAN SOSRODILOGO
Sebuah literasi primer yang kami dapatkan dari majalah Hindia Belanda :
Krantentitel
Javasche courant
Datum
24-01-1828
Bercerita tentang pemberontakan tersebut ( 3 tiga hari sebelum pemberontakan dipadamkan tanggal 27-01-1828 ) hal ini menjadi penting karena menjadi bukti otentik primer tentang keberadaan perang Gusti Raden Tumenggung Sosrodilogo berada di Ploentoeran-Cepu.
Sebagaimana bisa kami ambil teks berita nya sebagai berikut :
Batavia, den 23sten, Januari 1828.
Wij hebben tijdingen van Bantjar ontvangen tot denl^deu dezer; zij komen hoofdzakelijk hierop neder, d;kapitein van Griesheim, steeds nog bezig zijnde, om d_'benting te Ploentoeran te voleindigen, in die streken, of,den ïfiden jl., eene groote menigte muitelingen had ont-
waard, doch dat hij, zich in eene goede positie bevindende, dezelve aldaar wilde afwachten.
—Vau Rembang meldt men ons, dat een convooï van Vivres en kleedingstukken, van Blora naar Ploentoeran bestemd, in handen der muitelingen is gevallen, en dat bet detacbement huzaren en de barissans, die tot dekking verstrekten, door eene magt van meer dan 500 koppen aangevallen, (op de hoogte van Podjok, 4 palen van Ploentoeran gelegen), zich naar Blora hebben moeten retireren.
De die door onverwachte wending, bet
Termahan bebasnya sebagai berikut :
Batavia, 23 Januari 1828.
Kami telah menerima kabar dari Banten untuk l^deu dari ini; mereka terutama sampai pada ini, d;kapten Griesheim, masih sibuk, untuk d_' menyelesaikan pembengkokan di Ploenturan, di wilayah tersebut, atau, tahun lalu, banyak sekali pemberontak telah bertemu layak, tapi itu, berada dalam posisi yang baik, ingin menunggu di sana.
.—Vau Rembang, kami diberitahu bahwa konvoi Vivres dan garmen, dari Blora sampai Ploenturan. ditakdirkan, telah jatuh ke tangan para pemberontak, dan itu detasemen prajurit berkuda dan barissan, yang berlindung dipasok, dengan kekuatan lebih dari 500 kepala diserang, (seberang Podjok, 4 pos dari Ploen-Turan), harus pensiun ke Blora. Yang, secara tak terduga, bertaruh
_________________________________
✅Artikel berita selanjutnya :
Jd-apport van Zijne Excellentie den Luitenant Gouverneur Generaal, aan Zijne Excellentie den Kommissaris Generaal.
Soebakarta , den / fden januari 'SsB.
Mijn laatste berigt van Rembang is vau den lsden dezer, van den resident aldaar, waarbij mij wordt overgelegd' een rapport van den assistent resident van Racjakwessie, betreffende de voordeden door den kapi-
tein Schippers op d? muitelingen behaald, en waarvan ik reeds de eer had Uwe Excellentie bij mijne missive Van den isden dezer no. 404 melding te maken, wordende door den assistent resident de pateb van Radjakwessie, de hoold-demang van Pelum en de broeders van den regent Notto Prawiro en Notto Widjojo genoemd, als zich bij die gelegenheid onderscheiden te hebben.
Bij de inzending van dit stuk stelt voornoemde
resident bekend, dat van de afdeeling Blora berigt is Ontvangen, dat eene bende muitelingen, sterk nagenoegoo man, zich op dat oogenblik in het distiict Randoeblatong, sorterende onder de afdeeling Blora, bevond,
en deze waarschijnlijk het voornemen had, om in het Madionsche te vallen.
liet laat zich echter weder aanzien, dat de bewegingen aldaar bet willen indringen in het
district Ngawie ten doel hebben, zoo als ik reeds de Vrijheid nam bij mijn rapport van den isden dezer no. te vermelden.
Het is mij aangenaam Uwe Excellentie ts kunnen bedeeieu, dat ingevolge een op heden bij mij ingekomen berigt van den kommandant van Ngawie, de muitelingen , welke dien post sedert den 6den dezer omsingeld hadden , in den morgen van den ïoden dezer wederom
Noordwaarts en waarschijnlijk naar Panolan opgetrokken zijn. dat de majoor Bauer,
Terjemahan bebas nya sebagai berikut:
Jd laporan dari Yang Mulia Letnan Gubernur
Jenderal, kepada Yang Mulia Kommisaris Jenderal.
Soebakarta , den / fden Januari 'SsB.
Pesan terakhir saya dari Rembang adalah vau den lsden ini, dari penduduk di sana, di mana saya meletakkan' laporan dari asisten residen Racl- pertanyaan, tentang kemajuan yang dibuat oleh kapten Schippers di pemberontakan, dan di antaranya Saya sudah mendapat kehormatan Yang Mulia di surat saya yang menyebutkan ini no.404, dende oleh asisten residen de pateb van Rajekwessie, demang-demang Pelum dan saudaranya ders van den regent Notto Prawiro dan Notto Widjojo disebut, jika pada kesempatan itu untuk membedakan diri memiliki. Dalam mengirimkan bagian ini, yang disebutkan di atas
warga mengetahui bahwa dinas Blora telah diberitahu Menerima bahwa sekelompok pemberontak, hampir kuat man, pada saat itu di daerah Randoeblatong, penyortiran di bawah divisi Blora, menemukan, dan itu mungkin dimaksudkan untuk Madionsche jatuh.
menunjukkan dirinya lagi, bahwa gerakan di sana ingin menembus ke dalam kabupaten Ngawie, seperti yang sudah saya lakukan
Liberty mengambil laporan saya hari ini no.
untuk menyatakan. Dengan senang hati, Yang Mulia, untuk dapat deeieu, itu datang kepadaku sebagai hasil dari hari ini laporan dari komandan Ngawie, pemberontakan gen, yang telah mengepung pos itu sejak tanggal 6 ini
di pagi hari ini lagi Pindah ke utara dan mungkin ke Panolan tahu menjadi. bahwa Mayor Bauer,
_________________________________
✅Artikel berita selanjutnya :
lonne hardnekkig vervolgden tot nabij Tempel, dan toen uit de aldaar achtergelatene batterij eenige kanonschoten onder hen waren gedaan, verwijderden zij zich onmiddelijk. Het groot getal vaandels, de, rijk gekleede hoofden e.i
de menigte paarden van den vijand doen den majoor Bauer veronderstellen, met de hoofdmagt van Dieponegoro te doen gehad te hebben, v*n welke de sterkta door hem op 2000 man geschat wordt.
Het verlies van den vijand moet aanmerkelijk geweest ziju, terwijl de colonne 8 zwaar geblesseerden, waaronder 3 doodelijk, heeft. Het bij deze gelegenheid gehouden gedrag van de luitenants de Lattre, Roque, Sutherland en Rietveld wordt door genoemden majoor, büzonder geprezen.
Den isden dezer was het in de nabijheid van Djocjakarta zeer rustig en ook van elders was aldaar niets belangrijks bekend.
De Luitenant Gouverneur Generaal
DE KOCK.
Terjemahan bebas nya sebagai berikut:
lonne dengan keras kepala mengejar ke dekat Kuil, lalu dari tentara tertinggal di sana beberapa tembakan meriam dilakukan di antara mereka, mereka segera mundur dengan hati-hati. Banyaknya spanduk, kepala berpakaian mewah dan lainnya banyak kuda musuh melakukan yang utama Bauer kira, dengan kekuatan utama Dieponegoro harus melakukan, yang kekuatannya diperkirakan oleh dia pada 2000 orang.
Kerugian musuh pasti cukup besar Anda, sementara kolom 8 terluka parah, termasuk
dari 3 mematikan, memiliki. Itu diadakan pada kesempatan ini perilaku letnan de Lattre, Roque, Sutherland dan Rietveld disebut Mayor,
sangat dipuji.
Hari terakhir itu di sekitar Djocjakarta sangat tenang dan tidak ada yang diketahui di sana dari tempat lain juga.
lama dikenal.
Letnan Gubernur Jenderal
KOCK.
_____________________________
PENTINGNYA PLOENTOERAN DI MATA SOSRODILOGO
Dari literasi diatas, bisa di gambarkan peperangan pemberontak ( Tumenggung Sosrodilogo dan tentaranya ) menguasai Ploentoeran dengan mengakuisisi 4 benteng pos penjagaan di Ploentoeran dan membuat perlawanan yang sangat tangguh, sehingga pihak kolonial Hindia Belanda mendatangkan pasukan tambahan dari Blora beserta meriamnya.
Cepu sekarang ini ( Ploentoeran ), sangatlah wajar bilamana banyak terdapat makam makam pejuang Pangeran Diponegoro. Hal ini tidak bisa dipungkiri, dan kami sudah banyak mendata nama nama tokoh yang terlibat di masa perang Tumenggung Sosrodilogo dan juga masa masa sesudahnya.
Kita ketahui bersama, secara umum pasukan yang tersisa dan berhasil menyelamatkan diri rata rata bersembunyi - memasturkan diri dan berganti nama.
Sejarah perang Tumenggung Sosrodilogo ini menjadi penting dan tak terpisahkan antara Ploentoeran dan Padangan. Padangan sebagai sentral kekuatan pasukan Sosrodilogo. Dan dilain pihak dalam literasi berita tersebut menjelaskan situasi di jogjakarta sendiri dalam pemberontakan pangeran Diponegoro diberitakan lebih bisa terkendali sebagaimana dilaporkan kepada Letnan Gubernur Jendral D' Kock.
Semoga bermanfaat.
Sumber :
- Perpustakaan Leiden university Belanda
- Krantentitel :
Javasche courant 24-01-1828
Komentar
Posting Komentar